Rayakan Tahun Baru Imlek 2026 bareng JD Sports
Lunar New Year selalu datang dengan perasaan yang beda. Bukan sekadar pergantian kalender, tapi momen reset. Banyak orang mulai tahun baru dengan kebiasaan baru, rutinitas baru, bahkan cara berpakaian yang baru. Ada dorongan alami untuk bergerak, jalan lebih jauh, dan tampil lebih percaya diri.
Pada 17 Februari 2026, Lunar New Year kembali dirayakan secara global. Sekitar seperempat dari populasi dunia akan menyambut tahun baru ini, menjadikannya salah satu perayaan tahunan terbesar di dunia. Di banyak wilayah Asia, momen ini juga identik dengan perjalanan besar besaran, saat jutaan orang berpindah kota untuk pulang, bertemu keluarga, dan memulai tahun dengan energi yang lebih segar.
Tahun ini menandai dimulainya Year of the Fire Horse, yang berlangsung hingga 5 Februari 2027. Dalam tradisi, Fire Horse sering dikaitkan dengan karakter yang kuat, penuh energi, berani mengambil langkah, dan tidak ragu bergerak maju. Simbolisme ini terasa relevan bukan hanya dalam konteks budaya, tapi juga dalam cara orang mengekspresikan diri, termasuk lewat gaya dan pilihan sepatu.
JD Sports Indonesia menangkap semangat ini lewat kurasi sepatu dengan siluet ikonik, warna kuat, dan desain yang sudah terbukti lintas waktu. Bukan sepatu yang hanya cocok untuk satu momen, tapi model yang tetap relevan bahkan setelah perayaan selesai.
Fire Horse dan Pilihan Sepatu
Fire Horse melambangkan gerak cepat, determinasi, dan keberanian mengambil arah sendiri. Dalam konteks fashion dan sneakers, ini bukan tentang tampil paling mencolok, tapi tentang memilih item yang punya karakter kuat dan tidak mudah tergeser tren.
Warna merah sering muncul sebagai simbol energi dan keberuntungan, tetapi dalam desain sepatu modern, merah juga bicara tentang statement. Cara merah dipakai, apakah bold, subtle, atau sebagai aksen, sangat menentukan karakter sepatu itu sendiri. Siluet juga berperan penting. Sepatu low profile memberi kesan ringan dan dinamis, sementara mid cut menawarkan struktur dan presence yang lebih kuat.
Kombinasi antara warna, siluet, dan sejarah desain inilah yang membuat sepatu sepatu dalam koleksi ini terasa relevan dengan Year of the Fire Horse.
Jordan Air 1 Low
Legacy yang Tidak Pernah Kehilangan Arah
Sulit membicarakan sneakers tanpa menyebut Jordan Air 1. Siluet ini sudah melewati puluhan tahun, berbagai siklus tren, dan tetap menjadi referensi utama dalam budaya sneakers global. Jordan Air 1 Low menawarkan pendekatan yang lebih santai. Potongan rendah membuatnya mudah dipakai sehari hari, fleksibel dipadukan dengan jeans, celana kain, atau bahkan tailored pants. Kombinasi merah, hitam, dan putih memberi kesan tegas tanpa terlihat berlebihan. Warna merah di sini bukan aksen sementara, tapi bagian dari identitas desain. Yang membuat Jordan Air 1 tetap relevan adalah konsistensi desainnya. Tidak banyak perubahan drastis, hanya evolusi kecil yang menjaga siluet ini tetap segar tanpa kehilangan identitas. Ini tipe sepatu yang tidak terikat musim, tidak tergantung hype sesaat, dan selalu bisa kembali dipakai di berbagai fase gaya. Warna merah pada Speedcat Ballet tampil lebih refined dan modern. Bukan untuk tampil agresif, tapi sebagai aksen yang memberi kesan berani dengan cara yang lebih subtle. Sepatu ini cocok untuk tampilan kasual minimal, gaya urban yang effortless, atau aktivitas harian yang membutuhkan sepatu ringan namun tetap stylish. Dalam konteks Fire Horse, Speedcat Ballet merepresentasikan energi yang anggun namun kuat. Gerakan yang tenang, penuh kontrol, dan percaya diri—kekuatan yang tidak perlu berisik untuk terasa.
Puma Speedcat Ballet
Elegan, Ringan, dan tetap berkarakter
Mengambil DNA ikonik Speedcat, Puma Speedcat Ballet hadir dengan siluet yang lebih lembut dan feminin. Desain slip-on dengan profil rendah, upper suede yang halus, serta outsole tipis menghadirkan rasa ringan dan fleksibel tanpa kehilangan sentuhan motorsport heritage.adidas Handball Spezial
Klasik, Tajam, dan penuh karakter
